1. Menyusun Rumusan Masalah
2. Menyusun Kerangka Teori
3. Merumuskan Teori
4. Melakukan Eksperimen
5. Menarik Kesimpulan
MENYUSUN RUMUSAN MASALAH
Hal-hal yang harus diperhatikan:
a. Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih
b. Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
c. Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas
MENYUSUN KERANGKA TEORI
Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan
Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis = jawaban sementara yang masih perlu dicari kebenarannya
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis:
1. Ditulis dalam pernyataan
2. Sederhana dan jelas
3. Berdasarkan keterangan-keterangan atau informasi yang dikaji baik dari sumber bacaan maupun fakta
Melakukan Eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
Menarik Kesimpulan
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
Jangan ubah hipotesis
Jangan abaikan hasil eksperimen
Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
Rabu, 21 Juli 2010
Cabang Ilmu Biologi
Cabang dari biologi berjumlah ratusan, yang berkembang pesat terutama sejak abad ke-20. Biologi sendiri semula merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (natural sciences) yang dipelajari oleh para naturalis (ahli ilmu-ilmu alamiah). Biologi sebagai ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki perangkat analisis dan konsep-konsep ilmiah yang kokoh, baru terbentuk pada abad ke-18, setelah penemuan mikroskop dan tumbangnya dogma generatio spontanea oleh konsep omne vivum ex vivo. Konsep evolusi, pewarisan sifat (hereditas), dan penemuan DNA sebagai bahan genetik memacu perkembangan biologi secara pesat dan menghasilkan cabang-cabang yang dikenal sekarang ini.
Pembagian biologi di bawah ini tidak bersifat mutlak karena beberapa cabang yang sekarang dianggap mandiri masih memiliki keterkaitan dengan bidang induknya, misalnya genetika dengan fisiologi, biologi molekular dengan genetika, dan sebagainya. Selain itu, karena dinamisnya perkembangan ilmu-ilmu ini, seringkali ilmu-ilmu ini saling bertemu dan menghasilkan kajian antardisiplin yang sukar dipisahkan.
Daftar isi
1 Ilmu-ilmu berdasarkan kelompok organisme
2 Ilmu-ilmu berdasarkan hierarki organisasi
3 Ilmu-ilmu berdasarkan aspek kehidupan
4 Ilmu-ilmu campuran dan terapan
5 Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang kedokteran/pengobatan/kesehatan
Ilmu-ilmu berdasarkan kelompok organisme
Taksonomi/Klasifikasi
Virologi
Mikrobiologi (biologi mikroorganisme)
Bakteriologi (biologi bakteri)
Protozoologi (biologi protozoa)
Mikologi (biologi jamur, kapang dan ragi)
Botani (biologi tumbuhan)
Fikologi (biologi alga)
Pteridologi (biologi pakis)
Bryologi (biologi lumut)
Dendrologi
Paleobotani
Zoologi (biologi hewan)
Nematologi (biologi nematoda)
Malakologi (biologi moluska)
Entomologi (biologi serangga)
Apiari (biologi dan ternak lebah)
Mirmekologi (biologi rayap)
Iktiologi (biologi ikan)
Herpetologi (biologi reptilia dan amfibia)
Ornitologi (biologi unggas)
Mamologi (biologi mamalia)
Primatologi (biologi primata)
Rodentiologi (biologi rodentia)
Paleozoologi
Zoologi perbandingan
Ilmu-ilmu berdasarkan hierarki organisasi
Biologi sel
Biologi sel molekular
Anatomi
Anatomi perbandingan
Sitologi
Histologi
Organologi
Pulmonologi
Kardiologi
Radiologi
Neurologi
Viscerologi
Morfologi
Pomologi
Palinologi
Fisiologi
Patologi
Onkologi
Enzimologi
Imunologi
Ekologi
Ekofisiologi
Ekologi molekular
Limnologi
Biologi udara
Oseanografi
Epidemiologi
Toksikologi
Biologi kelautan
Ilmu-ilmu berdasarkan aspek kehidupan
Ilmu reproduksi
Biologi perkembangan
Fenologi
Filogeni
Paleontologi
Genetikapenurunan sifat pada makhluk hidup
Genetika sel (sitogenetika)
Genetika molekular
Genetika Mendel
Genetika populasi
Genetika kuantitatif
Genetika perkembangan
Genetika evolusionar
Fisiologi
Fisiologi perkembangan
Enzimologi
Imunologi
Endokrinologi
Fisiologi molekular
Evolusi
Etologi (ilmu perilaku hewan)
Biologi molekular
Cell signalling
Genomika
Transkriptomika
Proteomika
Metabolomika
Systems Biology
Ilmu-ilmu campuran dan terapan
Biokimia
Teknik biokimia
Biofisika
Bioinformatika
Biometrika/Biostatistika
Biogeografi
Agronomi
Ilmu budidaya tanaman
Ilmu tanah
Fitopatologi
Ilmu gulma
Hortikultura
Ilmu pemuliaan
Ilmu produksi ternak
Ilmu kehutanan
Ilmu budidaya hutan (agroforestri)
Konservasi sumber daya alam
Ilmu perikanan
Ilmu kedokteran hewan (veteriner)
Ilmu kedokteran
Astrobiologi / Eksobiologi
Bioteknologi
Rekayasa genetika
Teknologi enzim
Teknik bioproses
Sejarah biologi
Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang kedokteran/pengobatan/kesehatan
Patologi
Ilmu penyakit dalam
Venereologi
Obstetri
Onkologi
Ilmu kedokteran forensik
Ilmu kedokteran molekular
Ilmu kedokteran klinik
Ilmu kedokteran gigi
Periodonti
Ortodonti
Nasofaringologi
Ginekologi
Perinatologi
Radiologi
Gerontologi
Etika kedokteran
Pembagian biologi di bawah ini tidak bersifat mutlak karena beberapa cabang yang sekarang dianggap mandiri masih memiliki keterkaitan dengan bidang induknya, misalnya genetika dengan fisiologi, biologi molekular dengan genetika, dan sebagainya. Selain itu, karena dinamisnya perkembangan ilmu-ilmu ini, seringkali ilmu-ilmu ini saling bertemu dan menghasilkan kajian antardisiplin yang sukar dipisahkan.
Daftar isi
1 Ilmu-ilmu berdasarkan kelompok organisme
2 Ilmu-ilmu berdasarkan hierarki organisasi
3 Ilmu-ilmu berdasarkan aspek kehidupan
4 Ilmu-ilmu campuran dan terapan
5 Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang kedokteran/pengobatan/kesehatan
Ilmu-ilmu berdasarkan kelompok organisme
Taksonomi/Klasifikasi
Virologi
Mikrobiologi (biologi mikroorganisme)
Bakteriologi (biologi bakteri)
Protozoologi (biologi protozoa)
Mikologi (biologi jamur, kapang dan ragi)
Botani (biologi tumbuhan)
Fikologi (biologi alga)
Pteridologi (biologi pakis)
Bryologi (biologi lumut)
Dendrologi
Paleobotani
Zoologi (biologi hewan)
Nematologi (biologi nematoda)
Malakologi (biologi moluska)
Entomologi (biologi serangga)
Apiari (biologi dan ternak lebah)
Mirmekologi (biologi rayap)
Iktiologi (biologi ikan)
Herpetologi (biologi reptilia dan amfibia)
Ornitologi (biologi unggas)
Mamologi (biologi mamalia)
Primatologi (biologi primata)
Rodentiologi (biologi rodentia)
Paleozoologi
Zoologi perbandingan
Ilmu-ilmu berdasarkan hierarki organisasi
Biologi sel
Biologi sel molekular
Anatomi
Anatomi perbandingan
Sitologi
Histologi
Organologi
Pulmonologi
Kardiologi
Radiologi
Neurologi
Viscerologi
Morfologi
Pomologi
Palinologi
Fisiologi
Patologi
Onkologi
Enzimologi
Imunologi
Ekologi
Ekofisiologi
Ekologi molekular
Limnologi
Biologi udara
Oseanografi
Epidemiologi
Toksikologi
Biologi kelautan
Ilmu-ilmu berdasarkan aspek kehidupan
Ilmu reproduksi
Biologi perkembangan
Fenologi
Filogeni
Paleontologi
Genetikapenurunan sifat pada makhluk hidup
Genetika sel (sitogenetika)
Genetika molekular
Genetika Mendel
Genetika populasi
Genetika kuantitatif
Genetika perkembangan
Genetika evolusionar
Fisiologi
Fisiologi perkembangan
Enzimologi
Imunologi
Endokrinologi
Fisiologi molekular
Evolusi
Etologi (ilmu perilaku hewan)
Biologi molekular
Cell signalling
Genomika
Transkriptomika
Proteomika
Metabolomika
Systems Biology
Ilmu-ilmu campuran dan terapan
Biokimia
Teknik biokimia
Biofisika
Bioinformatika
Biometrika/Biostatistika
Biogeografi
Agronomi
Ilmu budidaya tanaman
Ilmu tanah
Fitopatologi
Ilmu gulma
Hortikultura
Ilmu pemuliaan
Ilmu produksi ternak
Ilmu kehutanan
Ilmu budidaya hutan (agroforestri)
Konservasi sumber daya alam
Ilmu perikanan
Ilmu kedokteran hewan (veteriner)
Ilmu kedokteran
Astrobiologi / Eksobiologi
Bioteknologi
Rekayasa genetika
Teknologi enzim
Teknik bioproses
Sejarah biologi
Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang kedokteran/pengobatan/kesehatan
Patologi
Ilmu penyakit dalam
Venereologi
Obstetri
Onkologi
Ilmu kedokteran forensik
Ilmu kedokteran molekular
Ilmu kedokteran klinik
Ilmu kedokteran gigi
Periodonti
Ortodonti
Nasofaringologi
Ginekologi
Perinatologi
Radiologi
Gerontologi
Etika kedokteran
Label:
Tugas
Selasa, 13 Juli 2010
SMAN 1 Kedungwuni
SMA N 1 Kedungwuni atau yang sering disebut SMANDUNG adalah salah satu sekolah terfavorit di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Sekolah ini terletak di Jalan Paesan Utara No. 1 Kedungwuni. SMANDUNG sejak berdirinya pada 20 November 1984 selalu berusaha menjadi lebih baik. Terbukti dari semakin meningkatnya mutu dan kualitas sekolah ini, baik dari segi sarana dan prasarana maupun dari segi prestasinya
Kelulusan 100% pun kini bukan lagi menjadi sebuah prestasi, melainkan menjadi sebuah tradisi yang turun-temurun dari tahun ke tahun[:P]. Lulusan SMANDUNG juga tidak sedikit yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di negeri ini, baik melalui jalur PMDK maupun SNMPTN. Bukan hanya itu, tahun ini SMANDUNG berhasil mengukir prestasi baru dalam bidang kelulusan, yaitu masuk dalam klasifikasi A dan meraih peringkat 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk mata pelajaran Geografi.
SMA N 1 Kedungwuni juga memiliki segudang prestasi, baik merupakan prestasi akademik maupun nonakademik dari berbagai bidang. Berbagai kejuaraan tingkat kabupaten, karasidenan bahkan tingkat nasional pun SMANDUNG menangkan dengan baik. Tak heran, hingga kini SMANDUNG menjadi rival yang disegani di setiap lomba oleh sekolah-sekolah lain. Piala-piala bukti kemenangan itu disusun rapi di dalam sebuah lemari kaca yang diletakkan di hall sekolah ini.
Semua yang SMANDUNG dapatkan itu tak luput dari baiknya mutu pengajar dan pelajar sekolah ini. Dari segi pengajar, SMANDUNG memiliki guru-guru yang siap menjadi lebih baik. Guru-guru sekolah ini sering mengikuti pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar yang meningkatkan mutu guru pengajar tersebut. Ditilik dari segi pelajarnya, SMANDUNG yang sudah satu tahun ini menyandang status RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) menerapkan sistim seleksi yang cukup ketat di penerimaan siswa baru. Jumlah siswa tiap kelasnya pun dibatasi hanya untuk 38 orang saja. Penyampaian mata pelajarannya pun sudah menggunakan bahasa Inggris. Untuk saat ini, hanya mata pelajaran MIPA (Matematika, ) saja yang penyampaiannya menggunakan bahasa Inggris. Namun pihak sekolah tetap berupaya memperbaikinya. Sarana yang lengkap semakin menambah efektifnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah ini. Tercatat sudah 7 ruang kelas yang sudah dilengkapi dengan perangkat LCD dan speakernya. Siswa pun menjadi lebih nyaman dan lebih mudah dalam menangkap setiap pelajaran. SMANDUNG juga tercatat sebagai sekolah yang pertama menerapkan sistim ‘moving class’. Dengan Moving class, siswa-siswa menjadi tidak mudah jenuh karena setiap pergantian pelajaran para siswa juga harus berganti ruangan pula. Moving class berarti setiap ruang kelas dikondisikan khusus untuk mata pelajaran tertentu, seperti kelas Matematika, Biologi, Geografi, dan lain sebagainya.
SMANDUNG tidak hanya unggul dalam prestasi saja, namun SMANDUNG juga trampil dan berakhlakul karimah. Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan yang rutin SMANDUNG lakukan, salah satunya dengan kegiatan “Tanam 1000 Pohon” yang dilakukan setiap satu tahun sekali pada kegiatan KOS (Kemah Orientasi Sekolah). Selain itu SMANDUNG juga rutin mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan baik itu di dalam mushola smandung maupun di luarnya.
SMANDUNG juga dilengkapi dengan sarana Hotspot. Hal tersebut mempermudah warga SMANDUNG dalam mengakses internet secara gratis. Dengan begitu, baik siswa maupun guru dapat dengan mudah mencari informasi melalui internet. Dan KBM pun menjadi lebih efektif.
Kelulusan 100% pun kini bukan lagi menjadi sebuah prestasi, melainkan menjadi sebuah tradisi yang turun-temurun dari tahun ke tahun[:P]. Lulusan SMANDUNG juga tidak sedikit yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di negeri ini, baik melalui jalur PMDK maupun SNMPTN. Bukan hanya itu, tahun ini SMANDUNG berhasil mengukir prestasi baru dalam bidang kelulusan, yaitu masuk dalam klasifikasi A dan meraih peringkat 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk mata pelajaran Geografi.
SMA N 1 Kedungwuni juga memiliki segudang prestasi, baik merupakan prestasi akademik maupun nonakademik dari berbagai bidang. Berbagai kejuaraan tingkat kabupaten, karasidenan bahkan tingkat nasional pun SMANDUNG menangkan dengan baik. Tak heran, hingga kini SMANDUNG menjadi rival yang disegani di setiap lomba oleh sekolah-sekolah lain. Piala-piala bukti kemenangan itu disusun rapi di dalam sebuah lemari kaca yang diletakkan di hall sekolah ini.
Semua yang SMANDUNG dapatkan itu tak luput dari baiknya mutu pengajar dan pelajar sekolah ini. Dari segi pengajar, SMANDUNG memiliki guru-guru yang siap menjadi lebih baik. Guru-guru sekolah ini sering mengikuti pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar yang meningkatkan mutu guru pengajar tersebut. Ditilik dari segi pelajarnya, SMANDUNG yang sudah satu tahun ini menyandang status RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) menerapkan sistim seleksi yang cukup ketat di penerimaan siswa baru. Jumlah siswa tiap kelasnya pun dibatasi hanya untuk 38 orang saja. Penyampaian mata pelajarannya pun sudah menggunakan bahasa Inggris. Untuk saat ini, hanya mata pelajaran MIPA (Matematika, ) saja yang penyampaiannya menggunakan bahasa Inggris. Namun pihak sekolah tetap berupaya memperbaikinya. Sarana yang lengkap semakin menambah efektifnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah ini. Tercatat sudah 7 ruang kelas yang sudah dilengkapi dengan perangkat LCD dan speakernya. Siswa pun menjadi lebih nyaman dan lebih mudah dalam menangkap setiap pelajaran. SMANDUNG juga tercatat sebagai sekolah yang pertama menerapkan sistim ‘moving class’. Dengan Moving class, siswa-siswa menjadi tidak mudah jenuh karena setiap pergantian pelajaran para siswa juga harus berganti ruangan pula. Moving class berarti setiap ruang kelas dikondisikan khusus untuk mata pelajaran tertentu, seperti kelas Matematika, Biologi, Geografi, dan lain sebagainya.
SMANDUNG tidak hanya unggul dalam prestasi saja, namun SMANDUNG juga trampil dan berakhlakul karimah. Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan yang rutin SMANDUNG lakukan, salah satunya dengan kegiatan “Tanam 1000 Pohon” yang dilakukan setiap satu tahun sekali pada kegiatan KOS (Kemah Orientasi Sekolah). Selain itu SMANDUNG juga rutin mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan baik itu di dalam mushola smandung maupun di luarnya.
SMANDUNG juga dilengkapi dengan sarana Hotspot. Hal tersebut mempermudah warga SMANDUNG dalam mengakses internet secara gratis. Dengan begitu, baik siswa maupun guru dapat dengan mudah mencari informasi melalui internet. Dan KBM pun menjadi lebih efektif.
Langganan:
Postingan (Atom)